LAPORAN
PENELITIAN RAPID RURAL APPRAISAL (RRA)
DUSUN
GIR PASANG KEMALANG KLATEN JAWA TENGAH
Ditulis guna memenuhi tugas mata
kuliah Dasar-dasar Penelitian Kebijakan
Dosen Pengampu Dr. Mami Hajaroh
,M.Pd

Disusun Oleh :
1.
Rini Widyawati 11110241014
2.
Pipit Eri Winarni 11110241024
3.
Dewi Purwanti 11110241029
4.
Novi Kurniawati 11110241030
5.
Ismi Widayati 11110241032
PRODI KEBIJAKAN PENDIDIKAN / A
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2012
A.
JUDUL
Keadaan
masyarakat Ger pasang Tegalmulyo Kemalang Klaten Jawa Tengah
B.
LATAR BELAKANG
LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan negara terluas di dunia, Indonesia memilki
kawasan daerah yang cukup luas baik daratan maupun lautannya. Keadaan geograffis Indonesia sangat beragam,
dari keberagaman keadaan geografis itulah yang membuat keberagaman budaya serta
penduduknya. Berbagai macam ras ada di
Indonesia, seperti ras melayu, ras chinese, ras negroid,dsb.
Penduduk
Indonesia sangat beragam, cara mereka hidup pun berbeda-beda tergantung tempat
tinggal, budaya, serta keadaan geografisnya.
Penduduk Indonesia memilki kategori.
Kategori atas, menengah, dan ke bawah.
Dari keberagaman penduduk Indonesia itulah menjadi alasan untuk
melakukan penelitian RRA (Rapid Rural Appraisal) di daerah yang cukup
terpencil. Daerah yang diteliti banyak
ditemui di sekitar kita. Daerah tersebut
adalah dusun Ger pasang, Tegalmulyo, Kemalang, Klaten. Yang berada di provinsi Jawa Tengah.
Ger pasang sendiri berasal dari kata Gligir dan Pasang, Gligir yang
berarti pinggir jurang sedangkan pasang
berarti sepasang jadi Ger pasang merupakan dusun yang berada dipinggir dan
diapit dua jurang. Dusun Ger pasang ini seluas 3
hektare di ujung Desa Tegalmulyo Kecamatan Kemalang kabupaten Klaten
itu hanya berdiri tujuh rumah beranyam bambu dan berpagar tebing curam. Semua rumahnya berlantai tanah. Penduduknya tak lebih 32 jiwa dari sepuluh kepala keluarga. Satu-satunya akses menuju ke sana ialah jalan setapak menuruni
jurang curam ke perut bumi. Setelah tiba di dasar jurang, maka kembali lagi mendaki
berkelok-kelok hingga seribuan ayunan kaki lagi. Warga Ger Pasang barangkali telah lama belajar hidup dari alam
yang meluas. Sebab
meski satu-satunya sumber mata air di perut bumi di dusunnya tak pernah keluar,
namun mereka tak henti meniti sumber mata air di pintu langit. Warga Ger Pasang juga belajar dari musim kemarau yang panjang. Mereka bercocok tanam palawija, sama seperti petani lainnya yang
tinggal di balik bukit seberang.
Ger Pasang memang seperti
sebuah dusun yang terdampar begitu saja di lereng Merapi. Namun warga di sana,
sama sekali tak menyimpan kecemburuan sedikit pun atas nasib warga lainnya yang
memiliki segala akses kehidupan seperti di kota-kota besar lainnya. Mereka tak
pernah menuntut berlebih kepada pemerintahnya, meski mereka tercatat sebagai
warga negara yang taat membayar pajak. Mereka sadar betapa kehidupan ini
diciptakan sudah sedemikian proporsionalnya.
C.
RUMUSAN MASALAH
Perumsan
masalah berdasarkan latar belakang diatas adalah:
1.
Bagaimanakah kehidupan
masyarakat Ger Pasang dari segi sosial?
2.
Bagaimanakah kehidupan
masyarakat Ger Pasang dari segi agama?
3.
Bagaimanakah kehidupan
masyarakat Ger Pasang dari segi ekonomi?
4.
Bagaimanakah kehidupan
masyarakat Ger Pasang dari segi pendidikan?
5.
Bagaimanakah kehidupan
masyarakat Ger Pasang dari segi kesehatan?
6.
Bagaimanakah kehidupan
masyarakat Ger Pasang dari segi budaya?
D.
TUJUAN
Tujuan
adanya penenelitian Rapid Rural Apriced (RRA) di Dusun Ger Pasang adalah:
1.
Mengetahui kehidupan
masyarakat Ger Pasang dari segi sosial.
2.
Mengetahui kehidupan masyarakat
Ger Pasang dari segi religi (agama).
3.
Mengetahui kehidupan
masyarakat Ger Pasang dari segi ekonomi.
4.
Mengetahui kehidupan
masyarakat Ger Pasang dari segi pendidikan.
5.
Mengetahui kehidupan
masyarakat Ger Pasang dari segi kesehatan.
6.
Mengetahui kehidupan
masyarakat Ger Pasang dari segi budaya.
E.
MANFAAT
Manfaat dari
penelitian Rapid Rural Apriced (RRA) ini adalah:
1.
Mengetahui kondisi masyarakat Ger Pasang dari berbagai
aspek kehidupan.
2.
Mengetahui partisipasi
pemerintah dalam menangani daerah Ger Pasang, Tegalmulyo, Kemalang, Klaten.
3.
Memberikan rekomendasi kepada pemerintah mengenai kebutuhan masyarakat Ger Pasang.
4.
Memberikan pengalaman akan
penelitian RRA (Rapid rural Appraisal).
F.
LOKASI
Lokasi
Penelitian RRA (Rapid Rural Appraisal) berada di dusun Ger pasang yang berada
di kelurahan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, dan provinsi
Jawa Tengah. Daerah ini berada di
sebelah timur taman wisata Ndeles Indah.
Daerah ini berada di perbukitan Lereng Merapi.
G.
SUBYEK PENELITIAN
Subyek
penelitian RRA (Rapid Rural Appraisal) adalah masyarakat dusun Gerpasang,
Tegalmulyo, Kemalang, Klaten.
H.
JENIS DATA
Jenis
data yang disajikan berupa data deskriptif, yaitu memberikan gambaran mengenai
kondisi atau keadaan masyarakat Ger Pasang, Tegalmulyo, Kemalang, Klaten.
I.
ALAT PENGUMPULAN DATA
Alat atau metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mengadakan interview dan sharing dengan masyarakat Ger Pasang. Kami
menyediakan berbagai pertanyaan sebagai bahan interview.
J.
INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA
Instrumen
pengumpulan data yang digunakan adalah:
1.
Buku
2.
Bolpoin
3.
Kamera digital
K.
DATA YANG DIPEROLEH
1.
Keadaan masyarakat Ger Pasang dari segi sosial
Meskipun tebing memisahkan
Dusun Ger Pasang dengan dusun-dusun disebelahnya, namun hal ini tidak menjadi
penghambat bagi masyarakat Ger Pasang untuk bersosialisasi.
Kegiatan yang dilakukan misalnya pertemuan bapak-bapak,
pertemuan pemuda, arisan-arisan rutin dan kegiatan sosial yang berbasis
kesehatan seperti posyandu. Kegiatan
ini biasanya dilakukan dalam lingkup padukuhan yang terdiri atas tiga dusun
yakni Dusun Ger Pasang, Dusun Gertengah dan Dusun Gedong Ijo. Hal ini dilakukan
mengingat bahwa jumlah penduduk setiap dusun tidaklah banyak. Untuk kegiatan
semacam itu terkadang tempatnya bergiliran, misalnya kegiatan pertemuan bulan
ini dilaksanakan di Dusun Ger Pasang, kemudian bulan depan di Dusun Gertengah
dan bulan berikutnya di Dusun Gedong Ijo. Namun lebih sering dilakukan di
Gedong ijo karena tiga Dusun terpencil ini tergabung dalam satu padukuhan,
yakni padukuhan Gedong Ijo.
Dalam hal komunikasi,
dusun Ger Pasang tidak begitu tertinggal. Sebagai contoh, salah satu warga
dusun ini (Mbah Padmo) memiliki HT yang bisa digunakan untuk berkomunikasi
dengan orang-orang di luar sana dan untuk memantau aktivitas gunung merapi. Di dusun Ger Pasang tidak
memilki fasilitas umum berupa pemakaman sehingga, untuk pemakaman warga harus
menempuh jalan berliku untuk mencapai pemakaman di dusun Jamuran( dusun sebelah
barat Ger Pasang).
2.
Keadaan masyarakat Ger Pasang dari segi religi (agama)
Mayoritas masyarakat Ger
Pasang adalah beragama Islam, namun masih Islam Kejawen (kental dengan tradisi Jawa). Dalam melakukan kegiatan beragamanya masih melibatkan tradisi
jawa atau tradisi nenek moyang, seperti kenduri, apeman (merti deso) dan lain-lain.
Sedangkan untuk pengadaan masjidnya sendiri belum ada. Dalam melaksanakan
kegiatan keagamaan seperti Shalat Tarawih , mereka harus pergi
ke desa sebelah tepatnya di Desa Jamuran yang terletak di barat Desa Ger Pasang
dan untuk menuju desa tersebut mereka harus naik turun bukit dengan menggunakan
alat penerang yaitu berupa senter. Dan untuk Shalat Id, mereka harus pergi ke
Dukuh Glindingan.
3.
Keadaan masyarakat Ger Pasang dari segi ekonomi
Tingkat perekonomian
masyarakat Ger Pasang bisa dikatakan masih di bawah rata-rata. Sebagian besar
bermata pencaharian
sebagai petani. Mereka memanfaatkan lahan kecil di sekitar rumahnya dengan
menanami berbagai macam tanaman, misalnya tanaman jagung, terong, tomat dan
tanama-tanaman lain yang tidak memerlukan pengairan terlalu banyak karena
pengairan di daerah ini sangat sulit. Hasil panen dijual ke pasar terdekat
yakni Pasar Gondang yang berjarak sekitar 6 km dari pemukiman mereka. Mereka
naik turun tebing dengan membawa barang dagangannya yang akan dijual. Ketika mereka akan menjual dagangannya
mereka akan menginap dipasar, karena biasanya mereka berangkat pada sabtu siang
dan pulang ketika hari minggu, selain itu ketika ada salah satu penduduk yang
hari itu akan menjual hasil panennya, tak jarang beberapa tetangga yang memesan
untuk membelikan kebutuhan sehari-hari mengingat tak ada satupun warung yang
berada di dusun Ger Pasang.
Kegiatan lain yang
menunjang tingkat perekonomian masyarakat Ger Pasang adalah berternak dan
membuat arang. Mayoritas dari warga Ger Pasang adalah berternak sapi dan kambing.
Sementara untuk pembuatan arang
mereka membakar batang pohon
akasia yang ada disekeliling rumah mereka. Untuk
pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga biasanya mereka belanja untuk
keperluan satu bulan dan apabila kebutuhan sudah habis dan belum sempat
berbelanja, mereka hanya makan apa adanya saja.
Di dusun Ger Pasang ini
jarang anak-anak disekolahkan sampai pada jenjang pendidikan atas, kebanyakan
mereka hanya sampai pada jenjang sekolah dasar ataupun menengah saja. Hal ini
dikarenakan minimnya biaya untuk membiayai sekolah. Anak-anak yang
berpendidikan hanya sampai pada sekolah dasar, biasanya setelah lulus mereka
hanya membantu kegiatan orang tuanya untuk mencari tambahan uang. Entah itu
dengan bertani ataupun menbantu membuat arang.
4.
Keadaan masyarakat Ger Pasang dari segi pendidikan
Desa Ger pasang
merupakan gambaran salah satu desa diantara ratusan desa lainnya di Indonesia
yang masih begitu terisolasi tidak hanya dalam letak wilayah namun juga dalam
hal pendidikan ditengah berbagai kemajuan, kemudahan dan kencanggihan dalam hal
memperoleh pendidikan yang sedang dicanangkan dan dilaksanakan oleh pemerintah.
Kondisi pendidikan di
dusun Ger pasang sampai saat ini sangat memprihatinkan, sampai saat ini masih ada beberapa warga yang buta huruf . Belum lagi angka putus sekolah yang masih tinggi. Sebagian
dari penduduk Ger Pasang rata-rata hanya luluan SD-SMP. Selain kesadaran
pentingnya pendidikan yang masih kurang, masih banyak kendala lain untuk
memajukan pendidikan di daerah terpencil seperti jalanan yang rusak, tidak adanya transportasi, hal itu menjadi
faktor penyebab desa terpencil di Indonesia begitu sulit memperoleh pendidikan
yang layak.
Saat ini didusun Ger
Pasang hanya terdapat 5 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 1 siswa sekolah Menengah
Pertama (SMP) untuk mencapai sekolah mereka harus pergi ke desa sebelah, jarak
antara satu desa dengan desa yang lain cukup jauh dan menyusuri jurang yang
berliku-liku untuk menuju ke sekolah anak–anak harus berjalan kaki sekitar 8-9
km tanpa ada transportasi yang memadai. Tentunya hal itu bukanlah sesuatu yang mudah yang
harus mereka lewati, namun meski demikian mereka yakin dengan kemauan yang
keras, mereka yakin akan ada harapan dan semangat yang besar untuk mencapai
cita-citanya.
5.
Keadaan masyarakat Ger Pasang dari segi kesehatan
Untuk aspek kesehatan di
desa Ger Pasang termasuk dalam desa yang kurang medapatkan perhatian dari
pemerintah dari segi kesehatan. Hal ini dikarenakan dalam satu padukuhan Gedong
Ijo yang terdiri dari 3 desa yaitu desa Gedong Ijo itu sendiri, desa Gertengah
dan Ger Pasang hanya ada 1 bidan yang berada di desa Gedong Ijo. Dalam hal
pemenuhan kesehatan warga desa Ger Pasang harus menuju ke desa Gedong Ijo yang
berada di balik bukit yang harus ditempuh dalam waktu kurang lebih satu sampai
satu setengah jam. Apabila ada ibu-ibu dari Ger Pasang yang akan melahirkan,
bisa memanggil bidan untuk membantu proses persalinan. Warga Ger Pasang sudah
terbiasa tidak mengkonsumsi makanan instan dan menggunakan penyedap buatan,
sehingga kondisi kesehatan mereka terjaga dengan baik. Kalaupun warga Ger
Pasang menderita sakit, sakit yang diderita pun hanya sekedar masuk angin atau
batuk pilek. Apabila ada warga desa yang
sakit biasanya mereka hanya memanfaatkan obat-obatan tradisional atau jamu
tradisional. Mereka baru berobat ke bidan atau dokter apabila penyakit yang
diderita tak kunjung sembuh dengan pengobatan tradisional.
6.
Keadaan masyarakat Ger Pasang dari segi budaya
Budaya merupakan salah satu unsur kehidupan masyarakat yang tak
pernah ketinggalan untuk dibicarakan.
Kebudayaan yang masih ada sampai sekarang di dusun Ger
Pasang ialah swadana “larasan janen-janen”. Larasan janen-Janen merupakan istilah lain
dari kata “sholawatan”. Dari awal mula
adanya dusun Ger Pasang, budaya sholawatan sudah ada, namun di dusun ger Pasang
sendiri belum mempunyai peralatannnya.
Karenanya, dusun ger Pasang merupakan salah satu desa, dan memiliki
padukuhan yang mana, dalam satu pedukuhan terdapat 3 dusun termasuk Ger
Pasang. Untuk melaksanakan kegiatan yang
sekiranya besar, semua dilakukan di satu tempat.
Selain itu, kenduri/dzikiran merupakan kebudayaan yang selalu
terjaga di dusun tersebut. Kenduri/
prosesi adat lainnya tetap masih ada. misalnya seperti adat apeman, untuk
prosesi apeman tersebut memerlukan orang banyak, sehingga untuk prosesi adat
yang agak besar, dijadikan satu.
7.
Peran pemerintah
Pemerintah setempat tidak kurangnya membantu daerah ini agar
dapat terjangkau oleh fasilitas umum yang disediakan pemerintah. Pemerintah kabupaten tidak membedakan daerah
ini dengan daerah lainnya. Fasilitas
yang diberikan pemerintah antara lain, layanan kesehatan yang berada di dusun
Gedong Ijo, layanan kemasyarakatan,
sumber tenaga listrik dari tenaga surya, listrik, dll.
Pada dasarnya pelayanan untuk dusun Ger pasang seperti
masyarakat pada umumnya, yang membedakan lokasi dusunnya, serta alat kendaraan
untuk menjangkaunya.
L.
KESIMPULAN
Dusun Ger Pasang terletak di ujung Desa Tegalmulyo
Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten. Dusun seluas 3 hektare ini hanya
berdiri tujuh rumah beranyam bambu dan berpagar tebing curam. Semua rumahnya
berlantai tanah. Penduduknya tak lebih 32 jiwa dari sembilan keluarga.
· Kehidupan Masyarakat Ger Pasang Dari Segi Sosial
Meskipun tebing memisahkan Dusun Ger Pasang dengan dusun-dusun
disebelahnya, namun hal ini tidak menjadi penghambat bagi masyarakat Ger Pasang
untuk bersosialisasi.
· Kehidupan Masyarakat Ger Pasang Dari Segi Agama
Mayoritas masyarakat Ger Pasang adalah beragama Islam, namun
masih Islam Kejawen (kental dengan tradisi Jawa)
· Kehidupan Masyarakat Ger Pasang Dari Segi Ekonomi
Tingkat perekonomian masyarakat Ger Pasang bisa dikatakan masih
di bawah rata-rata. Sebagian besar bermata pencaharian sebagai
petani
dan peternak.
· Kehidupan Masyarakat Ger Pasang Dari Segi Pendidikan
Kondisi pendidikan di dusun Ger pasang
sampai saat ini sangat memprihatinkan, masih ada beberapa warga yang buta huruf . Belum lagi angka putus sekolah yang masih tinggi. Hal ini
disebabkan karena jarak sekolah yang cukup jauh dan tida adanya akses
transportasi yang memadai.
· Kehidupan Masyarakat Ger Pasang Dari Segi Kesehatan
Untuk aspek kesehatan di dusun Ger Pasang termasuk dalam desa yang kurang
medapatkan perhatian dari pemerintah dari segi kesehatan.
· Kehidupan Masyarakat Ger Pasang Dari Segi Budaya
Untuk aspek budaya di desa Ger pasang
masih sangat kental. Seperti acara kenduri, larasan janen-janen dan acara adat
yang sudah turun temurun sampai saat ini masih dilakukan.
Ger Pasang memang seperti
sebuah dusun yang berada di lereng Merapi.
Namun warga di sana, sama sekali tak menyimpan kecemburuan sedikit pun
atas nasib warga lainnya yang memiliki segala akses kehidupan seperti di
kota-kota besar lainnya. Mereka tak pernah menuntut berlebih kepada
pemerintahnya, meski mereka tercatat sebagai warga negara yang taat membayar
pajak. Mereka sadar betapa kehidupan ini diciptakan sudah sedemikian
proporsionalnya.
M.
REKOMENDASI
Rekomendasi
untuk pemerintah ialah:
1.
Pengadaan fasilitas
umum di dusun Ger Pasang, seperti pembangunan masjid, pembangunan MCK umum/
pribadi, pengolahan air bersih, perbaikan sumber listrik.
2.
Pemberian pelatihan untuk
masyarakat setempat sebagai bentuk memajukan kesejahteraan masyarakat.
3.
Pengadaan
lapangan pekerjaan untuk warga produktif.
4.
Pemberian beasiswa bagi anak usia sekolah sebagai usaha untuk memajukan kualitas sumber
daya manusia.
5.
Mempermudah akses menuju dusun Ger pasang, seperti
pengadaan jembatan.
N.
LAMPIRAN
Gambar No.1. jalan utama menuju dusun Ger pasang
![]() |
Gambar
No. 2. Seorang anak yang membawa kayu
![]() |
Gambar
No. 3. Nenek pencari rumput
![]() |
Gambar No.
4. Keadaan rumah di dusun Ger pasang
![]() |
Gambar
No.5. Keluarga Mbah Padmo
![]() |
Gambar
No. 6. Peneliti dan obyek penelitian
![]() |






Tidak ada komentar:
Posting Komentar