Rabu, 06 Februari 2013

laporan Gir Pasang


LAPORAN PENELITIAN RAPID RURAL APPRAISAL (RRA)
DUSUN GIR PASANG KEMALANG KLATEN JAWA TENGAH
Ditulis guna memenuhi tugas mata kuliah Dasar-dasar Penelitian Kebijakan
Dosen Pengampu Dr. Mami Hajaroh ,M.Pd


Disusun Oleh :
  1. Rini Widyawati 11110241014
  2. Pipit Eri Winarni 11110241024
  3. Dewi Purwanti 11110241029
  4. Novi Kurniawati 11110241030
  5. Ismi Widayati 11110241032

PRODI KEBIJAKAN PENDIDIKAN / A
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2012
  1. JUDUL
Keadaan masyarakat Ger pasang Tegalmulyo Kemalang Klaten Jawa Tengah
  1. LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan negara terluas di dunia, Indonesia memilki kawasan daerah yang cukup luas baik daratan maupun lautannya. Keadaan geograffis Indonesia sangat beragam, dari keberagaman keadaan geografis itulah yang membuat keberagaman budaya serta penduduknya. Berbagai macam ras ada di Indonesia, seperti ras melayu, ras chinese, ras negroid,dsb.
Penduduk Indonesia sangat beragam, cara mereka hidup pun berbeda-beda tergantung tempat tinggal, budaya, serta keadaan geografisnya. Penduduk Indonesia memilki kategori. Kategori atas, menengah, dan ke bawah. Dari keberagaman penduduk Indonesia itulah menjadi alasan untuk melakukan penelitian RRA (Rapid Rural Appraisal) di daerah yang cukup terpencil. Daerah yang diteliti banyak ditemui di sekitar kita. Daerah tersebut adalah dusun Ger pasang, Tegalmulyo, Kemalang, Klaten. Yang berada di provinsi Jawa Tengah.
Ger pasang sendiri berasal dari kata Gligir dan Pasang, Gligir yang berarti pinggir jurang sedangkan pasang berarti sepasang jadi Ger pasang merupakan dusun yang berada dipinggir dan diapit dua jurang. Dusun Ger pasang ini seluas 3 hektare di ujung Desa Tegalmulyo Kecamatan Kemalang kabupaten Klaten itu hanya berdiri tujuh rumah beranyam bambu dan berpagar tebing curam. Semua rumahnya berlantai tanah. Penduduknya tak lebih 32 jiwa dari sepuluh kepala keluarga. Satu-satunya akses menuju ke sana ialah jalan setapak menuruni jurang curam ke perut bumi. Setelah tiba di dasar jurang, maka kembali lagi mendaki berkelok-kelok hingga seribuan ayunan kaki lagi. Warga Ger Pasang barangkali telah lama belajar hidup dari alam yang meluas. Sebab meski satu-satunya sumber mata air di perut bumi di dusunnya tak pernah keluar, namun mereka tak henti meniti sumber mata air di pintu langit. Warga Ger Pasang juga belajar dari musim kemarau yang panjang. Mereka bercocok tanam palawija, sama seperti petani lainnya yang tinggal di balik bukit seberang.
Ger Pasang memang seperti sebuah dusun yang terdampar begitu saja di lereng Merapi. Namun warga di sana, sama sekali tak menyimpan kecemburuan sedikit pun atas nasib warga lainnya yang memiliki segala akses kehidupan seperti di kota-kota besar lainnya. Mereka tak pernah menuntut berlebih kepada pemerintahnya, meski mereka tercatat sebagai warga negara yang taat membayar pajak. Mereka sadar betapa kehidupan ini diciptakan sudah sedemikian proporsionalnya.

  1. RUMUSAN MASALAH
Perumsan masalah berdasarkan latar belakang diatas adalah:
  1. Bagaimanakah kehidupan masyarakat Ger Pasang dari segi sosial?
  2. Bagaimanakah kehidupan masyarakat Ger Pasang dari segi agama?
  3. Bagaimanakah kehidupan masyarakat Ger Pasang dari segi ekonomi?
  4. Bagaimanakah kehidupan masyarakat Ger Pasang dari segi pendidikan?
  5. Bagaimanakah kehidupan masyarakat Ger Pasang dari segi kesehatan?
  6. Bagaimanakah kehidupan masyarakat Ger Pasang dari segi budaya?


  1. TUJUAN
Tujuan adanya penenelitian Rapid Rural Apriced (RRA) di Dusun Ger Pasang adalah:
  1. Mengetahui kehidupan masyarakat Ger Pasang dari segi sosial.
  2. Mengetahui kehidupan masyarakat Ger Pasang dari segi religi (agama).
  3. Mengetahui kehidupan masyarakat Ger Pasang dari segi ekonomi.
  4. Mengetahui kehidupan masyarakat Ger Pasang dari segi pendidikan.
  5. Mengetahui kehidupan masyarakat Ger Pasang dari segi kesehatan.
  6. Mengetahui kehidupan masyarakat Ger Pasang dari segi budaya.

  1. MANFAAT
Manfaat dari penelitian Rapid Rural Apriced (RRA) ini adalah:
  1. Mengetahui kondisi masyarakat Ger Pasang dari berbagai aspek kehidupan.
  2. Mengetahui partisipasi pemerintah dalam menangani daerah Ger Pasang, Tegalmulyo, Kemalang, Klaten.
  3. Memberikan rekomendasi kepada pemerintah mengenai kebutuhan masyarakat Ger Pasang.
  4. Memberikan pengalaman akan penelitian RRA (Rapid rural Appraisal).

  1. LOKASI
Lokasi Penelitian RRA (Rapid Rural Appraisal) berada di dusun Ger pasang yang berada di kelurahan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, dan provinsi Jawa Tengah. Daerah ini berada di sebelah timur taman wisata Ndeles Indah. Daerah ini berada di perbukitan Lereng Merapi.

  1. SUBYEK PENELITIAN
Subyek penelitian RRA (Rapid Rural Appraisal) adalah masyarakat dusun Gerpasang, Tegalmulyo, Kemalang, Klaten.

  1. JENIS DATA
Jenis data yang disajikan berupa data deskriptif, yaitu memberikan gambaran mengenai kondisi atau keadaan masyarakat Ger Pasang, Tegalmulyo, Kemalang, Klaten.


  1. ALAT PENGUMPULAN DATA
Alat atau metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mengadakan interview dan sharing dengan masyarakat Ger Pasang. Kami menyediakan berbagai pertanyaan sebagai bahan interview.

  1. INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA
Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah:
  1. Buku
  2. Bolpoin
  3. Kamera digital

  1. DATA YANG DIPEROLEH
  1. Keadaan masyarakat Ger Pasang dari segi sosial
Meskipun tebing memisahkan Dusun Ger Pasang dengan dusun-dusun disebelahnya, namun hal ini tidak menjadi penghambat bagi masyarakat Ger Pasang untuk bersosialisasi. Kegiatan yang dilakukan misalnya pertemuan bapak-bapak, pertemuan pemuda, arisan-arisan rutin dan kegiatan sosial yang berbasis kesehatan seperti posyandu. Kegiatan ini biasanya dilakukan dalam lingkup padukuhan yang terdiri atas tiga dusun yakni Dusun Ger Pasang, Dusun Gertengah dan Dusun Gedong Ijo. Hal ini dilakukan mengingat bahwa jumlah penduduk setiap dusun tidaklah banyak. Untuk kegiatan semacam itu terkadang tempatnya bergiliran, misalnya kegiatan pertemuan bulan ini dilaksanakan di Dusun Ger Pasang, kemudian bulan depan di Dusun Gertengah dan bulan berikutnya di Dusun Gedong Ijo. Namun lebih sering dilakukan di Gedong ijo karena tiga Dusun terpencil ini tergabung dalam satu padukuhan, yakni padukuhan Gedong Ijo.
Dalam hal komunikasi, dusun Ger Pasang tidak begitu tertinggal. Sebagai contoh, salah satu warga dusun ini (Mbah Padmo) memiliki HT yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan orang-orang di luar sana dan untuk memantau aktivitas gunung merapi. Di dusun Ger Pasang tidak memilki fasilitas umum berupa pemakaman sehingga, untuk pemakaman warga harus menempuh jalan berliku untuk mencapai pemakaman di dusun Jamuran( dusun sebelah barat Ger Pasang).
  1. Keadaan masyarakat Ger Pasang dari segi religi (agama)
Mayoritas masyarakat Ger Pasang adalah beragama Islam, namun masih Islam Kejawen (kental dengan tradisi Jawa). Dalam melakukan kegiatan beragamanya masih melibatkan tradisi jawa atau tradisi nenek moyang, seperti kenduri, apeman (merti deso) dan lain-lain. Sedangkan untuk pengadaan masjidnya sendiri belum ada. Dalam melaksanakan kegiatan keagamaan seperti Shalat Tarawih , mereka harus pergi ke desa sebelah tepatnya di Desa Jamuran yang terletak di barat Desa Ger Pasang dan untuk menuju desa tersebut mereka harus naik turun bukit dengan menggunakan alat penerang yaitu berupa senter. Dan untuk Shalat Id, mereka harus pergi ke Dukuh Glindingan.
  1. Keadaan masyarakat Ger Pasang dari segi ekonomi
Tingkat perekonomian masyarakat Ger Pasang bisa dikatakan masih di bawah rata-rata. Sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Mereka memanfaatkan lahan kecil di sekitar rumahnya dengan menanami berbagai macam tanaman, misalnya tanaman jagung, terong, tomat dan tanama-tanaman lain yang tidak memerlukan pengairan terlalu banyak karena pengairan di daerah ini sangat sulit. Hasil panen dijual ke pasar terdekat yakni Pasar Gondang yang berjarak sekitar 6 km dari pemukiman mereka. Mereka naik turun tebing dengan membawa barang dagangannya yang akan dijual. Ketika mereka akan menjual dagangannya mereka akan menginap dipasar, karena biasanya mereka berangkat pada sabtu siang dan pulang ketika hari minggu, selain itu ketika ada salah satu penduduk yang hari itu akan menjual hasil panennya, tak jarang beberapa tetangga yang memesan untuk membelikan kebutuhan sehari-hari mengingat tak ada satupun warung yang berada di dusun Ger Pasang.
Kegiatan lain yang menunjang tingkat perekonomian masyarakat Ger Pasang adalah berternak dan membuat arang. Mayoritas dari warga Ger Pasang adalah berternak sapi dan kambing. Sementara untuk pembuatan arang mereka membakar batang pohon akasia yang ada disekeliling rumah mereka. Untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga biasanya mereka belanja untuk keperluan satu bulan dan apabila kebutuhan sudah habis dan belum sempat berbelanja, mereka hanya makan apa adanya saja.
Di dusun Ger Pasang ini jarang anak-anak disekolahkan sampai pada jenjang pendidikan atas, kebanyakan mereka hanya sampai pada jenjang sekolah dasar ataupun menengah saja. Hal ini dikarenakan minimnya biaya untuk membiayai sekolah. Anak-anak yang berpendidikan hanya sampai pada sekolah dasar, biasanya setelah lulus mereka hanya membantu kegiatan orang tuanya untuk mencari tambahan uang. Entah itu dengan bertani ataupun menbantu membuat arang.
  1. Keadaan masyarakat Ger Pasang dari segi pendidikan
Desa Ger pasang merupakan gambaran salah satu desa diantara ratusan desa lainnya di Indonesia yang masih begitu terisolasi tidak hanya dalam letak wilayah namun juga dalam hal pendidikan ditengah berbagai kemajuan, kemudahan dan kencanggihan dalam hal memperoleh pendidikan yang sedang dicanangkan dan dilaksanakan oleh pemerintah.
Kondisi pendidikan di dusun Ger pasang sampai saat ini sangat memprihatinkan, sampai saat ini masih ada beberapa warga yang buta huruf . Belum lagi angka putus sekolah yang masih tinggi. Sebagian dari penduduk Ger Pasang rata-rata hanya luluan SD-SMP. Selain kesadaran pentingnya pendidikan yang masih kurang, masih banyak kendala lain untuk memajukan pendidikan di daerah terpencil seperti jalanan yang rusak, tidak adanya transportasi, hal itu menjadi faktor penyebab desa terpencil di Indonesia begitu sulit memperoleh pendidikan yang layak.
Saat ini didusun Ger Pasang hanya terdapat 5 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 1 siswa sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mencapai sekolah mereka harus pergi ke desa sebelah, jarak antara satu desa dengan desa yang lain cukup jauh dan menyusuri jurang yang berliku-liku untuk menuju ke sekolah anak–anak harus berjalan kaki sekitar 8-9 km tanpa ada transportasi yang memadai. Tentunya hal itu bukanlah sesuatu yang mudah yang harus mereka lewati, namun meski demikian mereka yakin dengan kemauan yang keras, mereka yakin akan ada harapan dan semangat yang besar untuk mencapai cita-citanya.
  1. Keadaan masyarakat Ger Pasang dari segi kesehatan
Untuk aspek kesehatan di desa Ger Pasang termasuk dalam desa yang kurang medapatkan perhatian dari pemerintah dari segi kesehatan. Hal ini dikarenakan dalam satu padukuhan Gedong Ijo yang terdiri dari 3 desa yaitu desa Gedong Ijo itu sendiri, desa Gertengah dan Ger Pasang hanya ada 1 bidan yang berada di desa Gedong Ijo. Dalam hal pemenuhan kesehatan warga desa Ger Pasang harus menuju ke desa Gedong Ijo yang berada di balik bukit yang harus ditempuh dalam waktu kurang lebih satu sampai satu setengah jam. Apabila ada ibu-ibu dari Ger Pasang yang akan melahirkan, bisa memanggil bidan untuk membantu proses persalinan. Warga Ger Pasang sudah terbiasa tidak mengkonsumsi makanan instan dan menggunakan penyedap buatan, sehingga kondisi kesehatan mereka terjaga dengan baik. Kalaupun warga Ger Pasang menderita sakit, sakit yang diderita pun hanya sekedar masuk angin atau batuk pilek. Apabila ada warga desa yang sakit biasanya mereka hanya memanfaatkan obat-obatan tradisional atau jamu tradisional. Mereka baru berobat ke bidan atau dokter apabila penyakit yang diderita tak kunjung sembuh dengan pengobatan tradisional.

  1. Keadaan masyarakat Ger Pasang dari segi budaya
Budaya merupakan salah satu unsur kehidupan masyarakat yang tak pernah ketinggalan untuk dibicarakan. Kebudayaan yang masih ada sampai sekarang di dusun Ger Pasang ialah swadana “larasan janen-janen”. Larasan janen-Janen merupakan istilah lain dari kata “sholawatan”. Dari awal mula adanya dusun Ger Pasang, budaya sholawatan sudah ada, namun di dusun ger Pasang sendiri belum mempunyai peralatannnya. Karenanya, dusun ger Pasang merupakan salah satu desa, dan memiliki padukuhan yang mana, dalam satu pedukuhan terdapat 3 dusun termasuk Ger Pasang. Untuk melaksanakan kegiatan yang sekiranya besar, semua dilakukan di satu tempat.
Selain itu, kenduri/dzikiran merupakan kebudayaan yang selalu terjaga di dusun tersebut. Kenduri/ prosesi adat lainnya tetap masih ada. misalnya seperti adat apeman, untuk prosesi apeman tersebut memerlukan orang banyak, sehingga untuk prosesi adat yang agak besar, dijadikan satu.

  1. Peran pemerintah
Pemerintah setempat tidak kurangnya membantu daerah ini agar dapat terjangkau oleh fasilitas umum yang disediakan pemerintah. Pemerintah kabupaten tidak membedakan daerah ini dengan daerah lainnya. Fasilitas yang diberikan pemerintah antara lain, layanan kesehatan yang berada di dusun Gedong Ijo, layanan kemasyarakatan, sumber tenaga listrik dari tenaga surya, listrik, dll.
Pada dasarnya pelayanan untuk dusun Ger pasang seperti masyarakat pada umumnya, yang membedakan lokasi dusunnya, serta alat kendaraan untuk menjangkaunya.

  1. KESIMPULAN
Dusun Ger Pasang terletak di ujung Desa Tegalmulyo Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten. Dusun seluas 3 hektare ini hanya berdiri tujuh rumah beranyam bambu dan berpagar tebing curam. Semua rumahnya berlantai tanah. Penduduknya tak lebih 32 jiwa dari sembilan keluarga.
  • Kehidupan Masyarakat Ger Pasang Dari Segi Sosial
Meskipun tebing memisahkan Dusun Ger Pasang dengan dusun-dusun disebelahnya, namun hal ini tidak menjadi penghambat bagi masyarakat Ger Pasang untuk bersosialisasi.
  • Kehidupan Masyarakat Ger Pasang Dari Segi Agama
Mayoritas masyarakat Ger Pasang adalah beragama Islam, namun masih Islam Kejawen (kental dengan tradisi Jawa)
  • Kehidupan Masyarakat Ger Pasang Dari Segi Ekonomi
Tingkat perekonomian masyarakat Ger Pasang bisa dikatakan masih di bawah rata-rata. Sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan peternak.
  • Kehidupan Masyarakat Ger Pasang Dari Segi Pendidikan
Kondisi pendidikan di dusun Ger pasang sampai saat ini sangat memprihatinkan, masih ada beberapa warga yang buta huruf . Belum lagi angka putus sekolah yang masih tinggi. Hal ini disebabkan karena jarak sekolah yang cukup jauh dan tida adanya akses transportasi yang memadai.
  • Kehidupan Masyarakat Ger Pasang Dari Segi Kesehatan
Untuk aspek kesehatan di dusun Ger Pasang termasuk dalam desa yang kurang medapatkan perhatian dari pemerintah dari segi kesehatan.
  • Kehidupan Masyarakat Ger Pasang Dari Segi Budaya
Untuk aspek budaya di desa Ger pasang masih sangat kental. Seperti acara kenduri, larasan janen-janen dan acara adat yang sudah turun temurun sampai saat ini masih dilakukan.
Ger Pasang memang seperti sebuah dusun yang berada di lereng Merapi. Namun warga di sana, sama sekali tak menyimpan kecemburuan sedikit pun atas nasib warga lainnya yang memiliki segala akses kehidupan seperti di kota-kota besar lainnya. Mereka tak pernah menuntut berlebih kepada pemerintahnya, meski mereka tercatat sebagai warga negara yang taat membayar pajak. Mereka sadar betapa kehidupan ini diciptakan sudah sedemikian proporsionalnya.
  1. REKOMENDASI
Rekomendasi untuk pemerintah ialah:
  1. Pengadaan fasilitas umum di dusun Ger Pasang, seperti pembangunan masjid, pembangunan MCK umum/ pribadi, pengolahan air bersih, perbaikan sumber listrik.
  2. Pemberian pelatihan untuk masyarakat setempat sebagai bentuk memajukan kesejahteraan masyarakat.
  3. Pengadaan lapangan pekerjaan untuk warga produktif.
  4. Pemberian beasiswa bagi anak usia sekolah sebagai usaha untuk memajukan kualitas sumber daya manusia.
  5. Mempermudah akses menuju dusun Ger pasang, seperti pengadaan jembatan.

  1. LAMPIRAN

Gambar No.1. jalan utama menuju dusun Ger pasang










Gambar No. 2. Seorang anak yang membawa kayu







Gambar No. 3. Nenek pencari rumput







Gambar No. 4. Keadaan rumah di dusun Ger pasang






Gambar No.5. Keluarga Mbah Padmo







Gambar No. 6. Peneliti dan obyek penelitian